Menu
Marnova
Tas dari Kulit Eksotis
Created Date: 2014-05-24
Ngai Marnova baru saja meluncurkan label tas dan sepatu. Nama labelnya pun diambil dari nama belakangnya, Marnova. Perempuan kelahiran 22 November 1981 ini sebenarnya sudah lama berkecimpung di industri mode, sekitar lima tahun. Sebelumnya ia tidak bergerak sendiri. Ngai selalu bekerja sama dengan orang lain yang juga bergerak di bidang tas dan sepatu.
 
“Saya waktu itu hanya sebagai penasihat saja. Saya membantu mereka dalam trennya,” ujan Ngai. Kala itu, ia membantu merek lain yang focus pembuatan dalam tas dan sepatu dengan berbahan dasar kulit ular piton. Dari situ, ia pun memiliki mimpi membuat label aksesori tas dan sepatu sendiri.
 
Kini, mimpinya terwujud. Di lantai dua Colony, Kemang, Jakarta Selatan, sebuah butik berdiri dengan nama Marnova. Bisnis yang dimimpikannya pun berkembang tak terbatas menggunakan bahan dasar kulit ular, tapi juga rambut kuda poni dan rambut sapi.
 
Koleksi tas yang didesainnya adalah tas pesta dengan desain yang multiguna, gaya, dan chic. Ia juga menghadirkan oversized handbag dan tas kerja.
 
Semua koleksinya terbuat dari kombinasi bahan kulit eksotis ditambah dengan perpaduan motif, tekstur, dan warna. Bagian dalam tas dilapisi kulit domba yang halus dan tahan lama berwarna merah untuk menambahkan ekslusivitas dari produk.
 
Sementara, untuk sepatu Ngai merancang sepatu tanpa hak dan jenis wedges. Ia mengutamakan kenyamanan untuk pelanggannya dalam menggunakan koleksi tas maupun sepatunya.
 
Keahliannya membuat tas dan sepatu di dapat secara otodidak. Ia pun banyak belajar sediri membuat tas dan sepatu. Sampai akhirnya, kemampuannya mumpuni dan ditularkan kepada pengrajinnya. Padahal, Ngai sebenarnya tak memiliki latar belakang sekolah desain. Ia merupakan lulusan dibidang keuangan salah satu kampus di Amerika.
 
Dengan label Marnova, ia menyasar perempuan yang melek mode. Maksudnya, perempuan modern yang berusia 30 tahun ke atas dan berani tampil beda serta mau menjadi pelopor tren.
 
Karena itu, Ngai menghasilkan produk yang terbatas. Satu model tas hanya diproduksi sebanyak 15 buah. Ia juga menerima pesanan khusus untuk tas.
 
Untuk koleksi tas, harganya antara Rp. 2,8 juta hingga Rp. 5 juta. Sedangkan, untuk sepatu harganya muali dari Rp 850 ribu hingga Rp 1 juga.
 
 
 
 
 
Penulis: Desy Susilawati
Sumber: Republika / 10 Desember 2013 / page 8